METANA
Metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang
berbentuk gas dengan rumus kimiaCH4. Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk
keperluan komersial, biasanya ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran yang
mungkin terjadi.
Pada suhu ruangan dan tekanan standar, metana adalah gas yang tidak berwarna darn
tidak berbau. Metana
mempunyai titik didih −161 °C (−257.8 °F) pada
tekanan 1 atmosfer. Sebagai gas, metana hanya mudah terbakar bila
konsentrasinya mencapai 5-15% di udara. Metana yang berbentuk cair tidak akan
terbakar kecuali diberi tekanan tinggi (4-5 atmosfer).
Metana merupakan komponen utama pada gas alam, sekitar
87% dari volume. Saat ini, metana dihasilkan dari ekstraksi diladang gas alam. Gas alam pada level dangkal (tekanan
rendah) dibentuk oleh dekomposisi anaerob beberapa substansi organik dan membentuk metana dari dalam, jauh dari
permukaan bumi. Secara umum, endapan ini terkubur jauh di dalam dan karena
mengalami suhu dan tekanan tinggi, maka terbentuklah gas alam.
Selain ladang gas, banyak aktivitas hidup manusia yang
secara otomatis dapat menghasilkan metan.Misalnya peternakan, pertanian
terutama penanaman padi,
aktifitas ini menghasilkan metana dalam jumlah besar selama proses dan pertumbuhannya.
Bahkan sebuah studi
yang paling baru pada tahun 2009 menyebutkan bahwa 51% emisi gas rumah kaca global
dihasilkan oleh siklus hidup dan rantai pengiriman produk ternak, Saat ini,
hewan ternak adalah penyumbang 16% emisi metana dunia ke atmosfer.
Untuk tujuan komersiil, ada metode alternatif untuk mendapatkan metana, yaitu melalui biogas yang dihasilkan oleh fermentasi substansi organik, misalnya pupuk kandang, limbah cair, dan sampah pada kondisi anaerob
(tanpa oksigen), Metana hidrat/klarat merupakan salah satu sumber masa depan
metana yang potensial, karena metana dapat digunakan sebagai energi
alternatif yang dapat menggantikan energi fosil yang selama ini menjadi sumber energi
utama yang digunakan untuk keperluan hidup manusia.
Seperti
kita ketahui bersama, saat ini masyarakat dunia sedang disibukkan dengan berbagai
upaya untuk menguragi global warming atau pemanasan global dimana suhu bumi
meningkat drastis yang mengakibatkan berbagai bencana di seluruh dunia. Akan
tetapi saat seluruh masyarakat dunia terfokus
pada efek rumah kaca, dimana suhu
bumi meningkat karena meningkatnya konsentrasi CO2 di atmosfir,
sebuah penelitian menyimpulkan bahwa metana lebih berbahaya dibanding CO2.
Metana di atmosfer bumi merupakan salah satu gas rumah kaca yang
utama, dengan potensi pemanasan global 25 kali lebih besar daripada CO2 dalam
periode 100 tahun, Hal ini berarti, emisi metana lebih mempunyai efek 25
kali lipat daripada emisi karbon dioksida dengan jumlah yang sama dalam periode
100 tahun. Metana mempunyai efek yang besar dalam jangka waktu pendek (waktu
"hidup" 8,4 tahun di atmosfer), sedangkan karbon dioksida mempunyai
efek kecil dalam jangka waktu lama (lebih dari 100 tahun). Konsentrasi metana
di atmosfer sudah meningkat 150% dari tahun 1750 dan menyumbang 20% efek
radiasi yang dihasilkan gas rumah kaca secara global.
Jadi secara singkat dapat dijelaskan
ketika seluruh masyarakat dunia berusaha mengatasi pemanasan global, maka dua
hal yang harus dilakukan, yaitu mengendalikan metana dan mengurangi CO2 di
atmosfir, karena dua gas inilah yang
menjadi sumber utama pemanasan global.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar