About Environment

Selasa, 04 November 2014

ECO TRANSPORT


Eco transport bisa diartikan sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan, 3 hal tertera pada eco transport yaitu walking atau berjalan kaki, cycling atau bersepeda, dan public transportation atau angkutan kota. Dan sudah digolongkan sesuai  jaraknya masing-masing, bila kita berjalan kaki mungkin jarak yang kita tempuh sekitar 1 km, bersepeda antara 1 – 3 km dan bila diatas 3 km bisa menggunakan angkutan kota, tetapi jarak yang sudah di golongkan tersebut bisa berubah sesuai keinginan dan kemampuan kita melakukannya. Contohnya bila kita kuat untuk menggayuh sepeda sejauh 7 km dan kita mau jadi tidak salahnya kita bersepeda, jadi golongan diatas tidak menjadi acuan tetap.
Latar belakang disosialisasikan eco transport karena semakin banyaknya kemacetan, urbanisasi yang meningkat, kesehatan, dan lingkungan. Tetapi ini secara tidak langsung belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat dibuktikan dengan meningkatnya produksi motor yang mencapai angka 7- 8 juta unit/thn dan barang tersebut digolongkan laku keras.
Untuk latar belakang kesehatan kita artikan sebagai meningginya tingkat kecelakaan karena kendaraan bermotor yg mencapi 75 % dan 60% dari itu dikendarai 12 – 30 thn berarti banyaknya remaja yg karna bersepeda motor mengalami kecelakaan, dari porsentase tersebut hampir 40% fatal / meninggal dunia.Manfaat eco transport banyak juga misalnya mengurabgi angka kemacetan, mengurangi emisi gas CO2 dan mengurangi kecelakaan disibabkan kendaraan bermotor.
Di jaman ini banyak anak yang belum punya sim tapi ingin membawa motor kemana-mana termasuk jarak yang tidak begitu jauh juga menggunakan motor walaupun bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau bersepeda. Jadi banyak siswa siswi SMP yang ingin nyombongi kekayaan orang tua nya, dan kata mereka itu tren sekarang, tetapi Prof. Alan mengatakan” bila menggunakan motor bukan tren dunia tetapi tren asia tenggara yang tergolong negara berkembang, namun tren dunia sekarang menggunakan bus, sepeda, dan berjalan kaki”. Jadi jangan malu bila kita mengikuti tren dunia (naik angkot, bersepeda atau jalan kaki), kalu tetep masih dihina bilang aja tren dunia.
The best way to change people’s negative perception of cycling is to give them a fun, 10 minute cycling experience.  Pepatah tersebut yang menepis alasan para remaja yang bilang kalau bersepeda itu ngebosenin. Padahal dengan bersepeda 10 menit bisa membuat kita ketagihan.

Lebih baik keluar keringat dari pada keluar polusi, karena keluar keringat hanya membutuhkan air untuk tetapi bila mngeluarkan polusi harus menggunakan bbm yang harganya relatif mahal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar