Eco
transport bisa diartikan sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan, 3 hal
tertera pada eco transport yaitu walking atau berjalan kaki, cycling atau
bersepeda, dan public transportation atau angkutan kota. Dan sudah digolongkan
sesuai jaraknya masing-masing, bila kita
berjalan kaki mungkin jarak yang kita tempuh sekitar 1 km, bersepeda antara 1 –
3 km dan bila diatas 3 km bisa menggunakan angkutan kota, tetapi jarak yang
sudah di golongkan tersebut bisa berubah sesuai keinginan dan kemampuan kita
melakukannya. Contohnya bila kita kuat untuk menggayuh sepeda sejauh 7 km dan
kita mau jadi tidak salahnya kita bersepeda, jadi golongan diatas tidak menjadi
acuan tetap.
Latar
belakang disosialisasikan eco transport karena
semakin banyaknya kemacetan, urbanisasi yang meningkat, kesehatan, dan
lingkungan. Tetapi ini secara tidak langsung belum sepenuhnya diterima oleh
masyarakat dibuktikan dengan meningkatnya produksi motor yang mencapai angka 7-
8 juta unit/thn dan barang tersebut digolongkan laku keras.
Untuk
latar belakang kesehatan kita artikan sebagai meningginya tingkat kecelakaan
karena kendaraan bermotor yg mencapi 75 % dan 60% dari itu dikendarai 12 – 30
thn berarti banyaknya remaja yg karna bersepeda motor mengalami kecelakaan, dari
porsentase tersebut hampir 40% fatal / meninggal dunia.Manfaat eco transport
banyak juga misalnya mengurabgi angka kemacetan, mengurangi emisi gas CO2 dan mengurangi kecelakaan disibabkan
kendaraan bermotor.
Di
jaman ini banyak anak yang belum punya sim tapi ingin membawa motor kemana-mana
termasuk jarak yang tidak begitu jauh juga menggunakan motor walaupun bisa
ditempuh dengan berjalan kaki atau bersepeda. Jadi banyak siswa siswi SMP yang
ingin nyombongi kekayaan orang tua nya, dan kata mereka itu tren sekarang,
tetapi Prof. Alan mengatakan” bila menggunakan motor bukan tren dunia tetapi
tren asia tenggara yang tergolong negara berkembang, namun tren dunia sekarang
menggunakan bus, sepeda, dan berjalan kaki”. Jadi jangan malu bila kita
mengikuti tren dunia (naik angkot, bersepeda atau jalan kaki), kalu tetep masih
dihina bilang aja tren dunia.
The best way to change
people’s negative perception of cycling is to give them a fun, 10 minute
cycling experience. Pepatah tersebut yang menepis alasan para remaja
yang bilang kalau bersepeda itu ngebosenin. Padahal dengan bersepeda 10 menit
bisa membuat kita ketagihan.
Lebih baik keluar keringat
dari pada keluar polusi, karena keluar keringat hanya membutuhkan air untuk
tetapi bila mngeluarkan polusi harus menggunakan bbm yang harganya relatif
mahal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar